jump to navigation

Pelayanan di konsulat December 5, 2008

Posted by Baihaqi in General.
trackback

Website

Hampir setahun yang lalu, saya hendak memperpanjang Passport saya. Saya langsung membuka website konsulat negeri kita tercinta di kota saya untuk mencari tahu persyaratan dan dokumen apa saja yang diperlukan.

Selanjutnya dihari yang lain, saya datang ke kantor konsulat (KJRI) berbekal dokumen persyaratan yang sudah saya siapkan berdasarkan petunjuk yang ada di website konsulat. Persis, plek, tidak kurang suatu apapun.

Sesampai dikantor KJRI, di ruang pelayanan sepi, tak ada seoarangpun yang menunggu. Hanya ada dua petugas yang mununggu termanggu untuk melayani. Saya langsung ke counter dan saya utarakan maksud dan tujuan saya datang. Jawabannya “Silahkan di loket sebelah pak”.

Sesuai intruksi, saya ke loket sebelah, yang hanya tinggal menggeserkan badan 3-4 langkah. Ditanya lagi mau apa? (“bukannya tadi dia denger ya). Saya utarakan maksud saya, dan si mbak petugas meminta dokumen yang persyaratannya. “Fotonya mana pak?” kata si mbak. Saya bilang “Lho pake foto toh, tadi sebelum kesini saya periksa di website, tidak ada diminta foto tuh?” Si mbak berujar “Itu kan di website pak, disini lain?” Saya cuma bisa bengong.

Kebetulan tak jauh dari situ ada kantor pos, jadi saya langsung ngibrit ke kantor pos untuk berfoto diri pakai Polaroid. Begitu jadi, langsung saya ke counter tadi. Setelah semua beres, si mbak tadi bilang “Silahkan ke loket sebelah” (loket yang pertama tadi). Saat itu suasana sepi. Tidak ada siapapun yang dilayani kecuali saya. Petugas juga sedang ada didalam, saya panggil “Helllooo” ada yang nongol. Saya utarakan lagi maksud saya. Si ibu bilang “Sudah ambil nomor antrian pak?” Belum! jawabku. Terus diminta ambil tiket ke loket yang tadi. Saya cabut satu tiket antrian. Terus saya geser lagi ke loket sebelah sambil tunjukkan tiket saya. Sekali lagi, saat itu sepi, saya satu-satunya pengunjung. Karena tidak ada siapapun dan saya masih berdiri bengong didepan loket sambil pegang tiket antri, saya pun maju dan berucap “Bu…hm” Si ibu langsung bilang “Silahkan tunggu panggilan pak!” Saya mundur selangkah, dan lima detik kemudian bel berbunyi “Ding” si ibu terus sedikit berteriak “Number sixty two please” Aha itu no saya.

Hari ini saya kembali berurusan dengan KJRI untuk mendapatkan suatu dokument. Saya kembali check website nya, dan aha… websitenya sekarang sudah berubah banyak. Tampilan baru. Nampaknya sudah ditangani secara professional. Saya check lagi persyaratannya dan saya datang ke KJRI dengan membawa persyaratan persis seperti yang tertera di website. Tapi sekali lagi.

Bapak petugas bilang: “Pak foto copy surat bla bla kok tidak disertakan”

Saya jawab: “Apa diperlukan pak, di website terbaru tidak disebutkan tuh”

Petugas: “Wah itu kan website, kami tetap perlu dokumen itu”

Petugas: “Gini aja deh, tolong nanti di fax ya dokumen itu ke no ini”

Saya: “Kalau saya email saja gimana pak, maklum saya anak kos, tidak punya mesin fax, email lebih cepat”

Petugas: “Wah di email ke siapa ya… ntar malah tidak dibuka”

????

Sambil menggurutu saya menguping seorang bule yang mau minta visa juga sedang berdebat dengan petugas. Nampaknya si bule tidak melihat website sebelum datang, tapi dia telpon dulu sebelum datang menanyakan persyaratannya. Ternyata sampai disana persyaratannya beda. Hssshhh.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: