jump to navigation

Orang rendahan dan orang terhomat December 9, 2007

Posted by Baihaqi in General, Life.
trackback

Seoarang teman memberikan link ke wawancara Eni Kusuma, seorang TKW cerdas yang  sukses mentransformasi diri menjadi penulis. Ada satu kalimat yang membuat saya terhenyak, ketika dia ditanya tentang profesi pembantu rumah tangga yang lekat dengan konotasi rendahan dan tidak berpendidikan:

Banyak orang-orang dari profesi “terhormat” yang merugikan orang lain dan negara. Sebaliknya, tidak sedikit orang-orang dari profesi “rendahan” yang berguna bagi orang lain dan negara. Kami, para pembantu, tertawa saja melihat ulah birokrasi yang merugikan dan mempersulit kami. Padahal, semuanya bisa dipermudah. Atau sebagai orang miskin, kami geli dengan anggota dewan yang terhormat, protes atau demo karena diminta untuk mengembalikan uang rapelan.
Sekarang jelas bukan, siapa yang berpendidikan apa? Siapa yang lebih miskin? Siapa yang merasa lebih “rendah” gajinya?

Ini mengingatkan saya dengan tulisan saya sebelumnya tentang prilaku miskin.

Wawancara lengkapnya disini

Comments»

1. alief - December 11, 2007

tinggi rendah seseorang dilihat dari kemanfaatannya…

2. Wong Kamfung - December 12, 2007

Saling membutuhkan adalah kunci dalam kehidupan kita. Kita terlahir dengan berbagai potensi dan talenta. Ayo kita menulis sesuatu.

3. deteksi - December 12, 2007

yang lebih mulia di sisi alloh adalah yang lebih bertaqwa..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: