jump to navigation

UBUNTU: Mengecewakan April 22, 2007

Posted by Baihaqi in Technology.
trackback

Install Ubuntu di Laptop ECS A530, Laptop istri saya.
Laptop agak lama, RAM 256MB. Harapan saya, install linux (pilih UBUNTU karena dapat kiriman CD-nya) agar aplikasi jalan lebih cepat.

Saya hanya pemakai komputer biasa, bukan pengoprek. Lihat di website nya UBUNTU, sepertinya mudah instalasinya, cocok buat orang yang hanya butuh untuk word processor dan kadang spread sheet.

Hasilnya:

Instalasi: mudah, semudah install windows. Tapi komputer sempat Hang 2 kali. Not responding, ditengah-tengah instalasi. Tapi instalasi diteruskan.

Instalasi selesai. Dicoba. Click sana, click sini. Wah luambaaatnya. Itu tiap window munculnya hati-hati sekali alias lambaaaat. Pertama hanya kotak berwarna grey, terus button muncul satu persatu. Wah…!

Internet Connection. Ada dua penghuni lain dirumah saya, satu mahasiswa dari China, satu dari Vietnam. Semua terhubung ke Internet dengan wireless. Kami langganan ADSL Broadband-nya Bigpond unlimited. Sebelum di install Ubuntu, laptop jalan di Windows XP, wireless jalan dengan baik. Setelah install, wireless tidak jalan. Cari info dengan meng-Google. Waduh susahnya. Saya tanya ke Bung Amal, ada petunjuk. Tapi ya itu, saya hanya ordinary user, jadi ga ngerti istruksinya. Saya pikir, ordinary user seperti saya jumlahnya banyak dengan berbagai latar belakang profesi.

Ok sekarang ke aplikasi OpenOffice. Saya coba jalankan, ternyata lambaaat. Untuk memakainya, saya tidak ada masalah. Meski ordinary user, saya cukup mudah switch ke applikasi satu ke lainnya.

Tapi kemudian masalah muncul. Untuk word processing saya membutuhkan satu aplikasi Add on untuk referencing, EndNote. Sampai saat ini saya belum temukan kalau EndNote support OpenOffice.

Terus ada applikasi lain yang sayangnya juga belum mendukung linux: NVivo 7.

Apakah saya sudah terbiasa dengan Windows? Saya pikir tidak! Saya juga pernah pake Mac, dan tidak ada masalah sama sekali. I love Mac. Tapi saya tidak anti Linux. Pun tidak fanatik ke Microsoft. Yang saya butuhkan, cepat, mudah, dan bisa bertukar data dengan lainnya dengan mudah.

Baca tulisan tentang instalasi applikasi di Linux disini, wah tambah mumet deh.

On top of that, banyak orang yang hanya pengguna biasa, seperti saya. Hanya butuh pakai komputer untuk memudahkan aktifitas sehari-hari dengan berbagai profesi. Dan teknologi ada mempermudah sesuatu. Minggu lalu, baca tulisan tentang Steve Jobs di koran The Age, dan saya setuju sekali dengan filosofi dia ketika menciptakan Apple II pertama kali: technology should be made easy and simple for everyone.

Comments»

1. Agam - May 15, 2007

Kalo pengalamanku pake Ubuntu..
Sekali install langsung hardisk keFormat. hiks… ;(
untung aja laptop baru, jadi datanya belum banyak.
Aku bukan pakar linux. Setauku Ubuntu lebih lambat dari Suse, Mandriva, dll. Katanya yang cepet kalo gak salah Vector linux ato apa gitu. Lupa. Kalo aku, ntar aja nunggu Linux jadi bagus.
Mac, aku juga suka. Sampai2 theme WordPressku aku bikin mirip Mac🙂

2. ayoen - June 8, 2007

aduh. capek deh

3. gaim_8763 - June 8, 2007

klo ga mo pusing pake aja product bill……………….. gratis mana ada yang enak….. ga mo usaha, pake calculator aje

4. ubuntu_cirebon - August 11, 2007

Kembali ke masalah hak cipta mas, kalo anda merasa nyaman menggunakan produk MS silahkan gunakan dengan membelinya itu artinya anda sudah menghargai hasil karya intelektual. Tapi kalo anda tidak mampu membeli produk MS, Linux atau open source lainya adalah solusi paling mudah, saya juga pengguna awam dan sampai sekarang saya pakai ubuntu dilaptop saya pekerjaan saya pun lancar dan yg paling penting saya tidak melanggar atau merugikan kekayaan intelektual siapapun. Sekali lagi Linux & opensource adalah alternatif untuk efisiensi bukan untuk pengganti.
Anda mengalami kesulitan dengan ubuntu silahkan anda jukan pertanyaan ke milist atau forum ubuntu, banyak yg lebih susah dari anda menemukan solusinya.

5. pelajar - September 4, 2007

Ini sih namanya gak tau cara pake barang, malah barangnya yang dicaci-maki. Terserah ente mau pake OS apa, tapi kalo emang OSnya harus beli/bayar, ya bayar dong.
Technology should be made easy and simple for everyone.
Tapi bukan berarti orangnya juga gak perlu belajar. Belajar dong. Grow.

6. mbah kromo - May 14, 2008

emang tak ada yang bersukur, sukur-sukur ada mau bikin software gratisan ……. Sorry !.
btw aku pake ubuntu baru-baru ini,cuma memang banyak kesulitan yang ditemu saat harus plug mesin-mesin baru.
Tapi gimana lagi,
Lawong LINUX emang altrnatif yang paling buagus, tak memanjakan user, alias belajar2 terus.

7. and - July 5, 2011

Woii admin, klo jaga tuh mulut jangan asal ngepost…
enak ajah bilangin ubuntu itu lambat… elo kali yang buntu pada ngejalaninnya… sejak taon 2006 ampe skrng saya menggunkan ubuntu, alhamdulillah gak ada masalah… elonya kali yng familiar dengan si jendela 4 warna itu, jdi elo gak tau gunain si pinguin yang lucu dan imut… belajar di forum, tanyakan apa yang ingin ditanyakan….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: